ow

Rabu, 11 Desember 2013

MASALAH TRANSPORTASI

Bentuk Umum Masalah transportasi.
Tabel untuk persoalan angkutan ini adalah sebagai  berikut :
             Tujuan
Asal

T1

T2

T3

Supply

A1


C11

C12

C1n
a1
X11

X1j



A2


C21

C22

C2n
a2
X21

X2j



 














Ai


Ci1

Cij

Cin
ai
Xi1

Xij

Xin

 














Am


C11

C11

C11
am
Xm1

Xmz

Xmn

Demand

b1
b2
bn


Asumsi
Model matematikanya menjadi :

kendala
untuk menyelesaikan masalah transportasi diatas diperlukan dua langkah yaitu :
1.  menentukan jumlah layak pertama dengan menggunakan metode pojok barat laut (NorthWest Corner Rule)
2.  Menguji apakah penyelesaian awal sudah optimal atau belum (menngunakan metode stepping stone)

Menentukan jawab layak pertama
Langkah-langkah dalam metode NorthWest Corner adalah sebagai berikut :
1.  Pengisian dimulai dari pojok barat laut pada tabel masalah transportasi, yaitu sel (1,1). Bandingkan persediaan di A1 dengankebutuhan di T1, yaitu masing-masing a1 dan b1. Buat x11 = min (a1,b1).
·       Bila a1 > b1 , maka x11 = b1. Teruskan ke sel (1,2) yaitu gerakan mendatar dengan x12 = min (a1-b1, b2)
·       Bila a1 < b1 , maka x11 = a1. Teruskan ke sel (2,1) yaitu gerakan tegak dengan x21 = min (b1-a1, a2)
·       Bila a1 = b1 , buatlah  x11 = b1. Teruskan gerakan ke x22 (gerakan miring)


2.  Teruskan langkah ini, setapak demi setapak, menjauhi pojok barat laut hingga, akahirnya harga telah dicapai pada pojok tenggara dari tabel

Contoh.
Suatu perusahaan mempunyai tiga gudang dan tiga daerah tujuan. Tabel berikut ini menggambarkan ongkos angkut dari tiap gudang ke masing-masing tempat tujuan dan juga jumlah barang yang tersedia di tiap gudang serta kebutuhan tiap daerah.

Tabel data transportasi

               Tujuan
Asal

T1

T2

T3

Supply

A1


50

100

100
120
120





A2


200

300

200
170
30

140



A3


100

200

30
160


70

90

Demand

150
210
90
450

Langkah-langkahnya.
1. Buat x11 = min (a1 ,b1 ) = min (120,150) = 120 dengan a1 > b1 . Teruskan ke x21. A1 sudah dipenuhi.
2. Buat x21        = min (b1 – a1,a2)

= min (150-120,170)
= 30
T1 sudah terpenuhi. Teruskan ke x22 karena (a2-30) < b2
3. Buat x22       = min (a2 – 30,b2)
= min (140,210)
= 140
A2 sudah terpenuhi dan teruskan ke x32 karena T2 belum tepenuhi
4. Buat x32        = min (b2 – 140,a3)
= min (70,160)
= 70
T2 sudah terpenuhi dan teruskan ke x33.  x33 dengan sendirinya sama dengan (160 – 70) = 90 dan A3 pun sudah dipenuhi.
Jadi jawab layak basis adalah;
X11 = 120 ; X21 = 30; X22 = 140; X32 = 70; X33 = 90
Dari  contah  ini, ongkos angkut yang harus dikeluarkan dapat kita hitung sebagai berikut :      

Variabel basis

Banyak
Biaya Satuan
Jumlah
X11
X21
X22
X32
X33
120
30
140
70
90
50
200
300
200
300
6000
6000
42000
14000
27000

95.000



Menguji keoptimalan penyelesaian awal
        Misalnya kita mempunyai jawab layak  basis  dari  suatu masalah transportasi dengan m asal dan n tujuan. Ini berarti hahwa terdapat m + n - 1 variabel basis xij yang  >  0.   kita tidak mengetahui apakah jawab ini sudah optimal atau tidak.
        Untuk menentukan apakah suatu jawab layak  basis  sudah optimal atau tidak, kita  menggunakan  metode  yang  disebut metode batu loncatan atau  stepping  stone  method.  Caranya ialah melalui tabel data transportasi yang  memuat  variabel basis xij > 0 dan cij.  Kita  menggunakan  analisis   marjinal dengan fnenyhitung zij  untuk  setiap  sel  (i,j)  yang   tidak memuat variabel basis xij > 0.
Untuk sel (i,j) kita memerlukan satu  lop  yang  memuat sel (i,j) sendiri dan sel-sel  basis.  Misalkan  urutan  sel dalam lop tersebut ialah ;
{(i,r), (u,r)…..,(s,w),(s,j),(i,j)}
harga Zij yang bersesuaian adalah
        zij = cir – cur … + csj - cij
Untuk menghitung Zij untuk tiap sel yang tidak memuat  xij > 0 kita memerlukan langkah-langkah sebagai berikut ;
1. Tentukan sel basis pada baris yang sama sedemikian hingga. sel basis lainnya terletak pada kolom yang sama.    
2. Buat gerakan mendatar kemudian gerakan tegak.       
3. Ulangi gerakan ini dari satu sel basis kepada sel basis  lainnya hingga satu ketika tiba pada satu tempat atau sel yang satu kolom dengan sel yang dihitung  Zij nya.

4. Terakhir hubungkan sel basis ini dengan sel non basis yang dinilai sehingga terbentuklah suatu lop.
5. Jumlahkan harga semua sel basis dalam lop dengan membuat tanda berganti-ganti positif-negatif dan hasilnya sama Zij

Proses ini dapat kita lakukan untuk semua sel yang bukan basis apabila :
1. Zij ≤ 0 untuk setiap (i,j) maka jawab layak basis sudah optimal.                                           
2. Zij > 0 untuk suatu (i,j) maka jawab layak basis   belum optimal.  

Sesudah Zij dihitung untuk semua sel yang bukan   basis, sekarang kita sudah siap menentukan jawab basis yang baru, yaitu denganlangkah-langkah sebagai berikut :
1.  Hitungan atau tetapkan :
Zst = maks zij
Artinya variabel xst masuk dalam basis dan xst > 0
2.  Tentukan loop yang memuat xst
3.  Pandang cαβ dengan koefisien 1
4.  Tetapkan xpq = min (xαβ dengan coef cαβ = 1) artinya variabel xpq keluar sebagai variabel basis
5.  Tentukan harga variabe basis untuk jawab basis yang baru dengan cara :
a.  Xst’ = xpq
b.  Bila koefisien cαβ = 1 , maka X’αβ = = xαβ - xpq
c.   Bila koefisien cαβ = -1 , maka X’αβ = = xαβ + xpq
Perhatikan bahwa xαβ  terdapat dalam loop yang memuat (s,t).

Contoh.
Pandang contoh perusahaan yang mempunyai 3 gudang dan tiga daerah tujuan di atas.                         
Jawab layak basis permulaan kita tentukan dengan metode pojok barat laut seperti kita lihat dalam tabel di atas. Sekarang kita lakukan perhitungan berdasarkan urutan langkah-langkah seperti di atas ;
1. Kita hitung Zij dari sel yang tidak memuat variabel basis
a. Sel (1,2). Loop yang bersesuaian (1,1) , (2,1) , (2,2), (1,2)
        Z12    = c11 – c21 +c21 – c12
                = 50 –200 + 300 – 100 = 50
b. Sel (1,3). Loop yang bersesuaian (1,3), (2,1), ( 2,2),( (3,2) ,(3,3), (1,3)
        Z13   = c13 – c21 +c22 – c32 +c33-c13
                = 50-200+300-200+300-100=150
c. Sel (2,3). Loop yang bersesuaian (2,2) , (3,2) , (3,3), (2,3)
        Z23   = c22 – c32 +c33 – c23
                = 300-200+300-200 = 200
d. Sel (3,1). Loop yang bersesuaian (3,2), (2,2), ( 2,1), (3,1)
        Z31   = c32 – c22 + c21 - c31
                = 200-300+200-100 = 0
2. Variabel xst yang masuk dalam basis
maks {zij} = maks { 50, 150,200 }
                        = 200 = z23
Maka z23 masuk kedalam basis
3. Loop yang memuat sel (2,3) ialah :
(2,2) , (3,2) , (3,3), (2,3) karena itu
        Z23   = c22 – c32 +c33 – c23
cαβ dengan koefisien 1 ialah c22 dan c33, sehingga :
Min { x22, x33} = Min { 140,90} = 90
Maka x33 keluar dari basis
4. Harga variabel basis baru adalah :
        x23’   = x33                                 = 90
        x32’   = x32 + x33 = 70 + 90         = 160
        x22’   = x22 – x33 = 140 – 90       = 50
5. Variabel basis yang lain tetap seperti semula
Sekarang label untuk variabel basis yang baru ialah:
               Tujuan
Asal

T1

T2

T3

Supply

A1


50

100

100
120
120





A2


200

300

200
170
30

50

90

A3


100

200

30
160


160



Demand

150
210
90
450

Dari tabel diatas menghitung kembali Zij 
a. Sel (1,2). Loop yang bersesuaian (1,1) , (2,1) , (2,2), (1,2)
        Z12    = c11 – c21 +c22 – c12
                = 50 –200 + 300 – 100 = 50


b. Sel (1,3). Loop yang bersesuaian (1,1), (2,1), ( 2,3), (1,3)
        Z13   = c11 – c21 +c23 -c13
                = 50-200+200-100=  -50
c. Sel (3,1). Loop yang bersesuaian (3,2), (2,2), ( 2,1), (3,1)
        Z31    = c32 – c22 + c21 - c31
                = 200-300+200-100 = 0
d. Sel (3,3). Loop yang bersesuaian (3,2), (2,2), ( 2,3), (3,3)
        Z33    = c32 – c22 + c23 - c33
                = 200-300+200-100 = 0
1.  Varibael yang masuk dalam basis satu-satuny adalah x12 dengan z12 = 50 > 0. Sedangkan untuk sel non basis lainnya zij ≤ 0.
2.  Loop yang memuat  sel (1,2) ialah :
(1,1) , (2,1) , (2,2), (1,2) sehingga :
        Z12   = c11 – c21 +c22 – c12
        Koefisien cij = 1 adalah koefisien c11 dan c22, sehinngga variabel basis yang keluar ialah :
    Min { x11, x22} = Min { 120,50} = 50
    Maka x22 keluar dari basis
3.  Harga variabel basis baru adalah :
        x12’   = x22                                 = 50
        x11’   = x11 – x22        = 120 - 50        = 70
        x21’   = x21 + x22 = 30 + 50 = 80




sekarang tabel untuk variabel basis yang baru ialah :
               Tujuan
Asal

T1

T2

T3

Supply

A1


50

100

100
120
70

50



A2


200

300

200
170
80



90

A3


100

200

30
160


160



Demand

150
210
90
450

Dari tabel ini kita hitung kembali zij untuk sel-sel yang bukan basis  yaitu :
a. Sel (1,3).
        Z13    = c11 – c21 +c23 – c13
                = 50 –200 + 200 – 100 = -50
b. Sel (2,2)
        Z22   = c12 – c11 +c21 –c22
                = 100-50+200-300=  -50
c. Sel (3,1)
        Z31    = c32 – c12 + c11 - c31
                = 200-100+50-100 = 50
d. Sel (3,3)
        Z33    = c32 – c12 + c11 – c21 + c23 - c33
                = 200 – 200 + 50 – 100 + 200 – 300 = -150
kita lihat masih ada sel dengan zij > 0 yaitu sel (3,1) dengan z31 > 0. Karena itu variabel x31 masuk dalam basis. Loop yang memuat sel (3,1) ialah loop (3,2),(1,2),(1,1),(3,1) dengan z31 = c32 – c12 + c11 - c31
            Min { x32, x11} = Min { 160,70} = 70
    Maka x11 keluar dari basis
3.  Harga variabel basis baru adalah :
        x31’   = x11                                 = 70
        x32’   = x32 – x11        = 160 - 70        = 90
        x12’   = x12 + x11        = 50 + 70 = 120
hasil ini kita gambarkan sebagai berikut :
               Tujuan
Asal

T1

T2

T3

Supply

A1


50

100

100
120


120



A2


200

300

200
170
80



90

A3


100

200

30
160
70

90



Demand

150
210
90
450
Kembali kita hitung zij untuk sel yang bukan basis :
Sel (1,1)   z11    =c12 –c32 +c31-c11= -50
Sel (1,3)   z13    = -100             
Sel (2,2)   z22    = 0
Sel (3,3)   z33    = -200
Sekarang kita lihat semua sel non basis mempunyai harga zij ≤ 0. Karena itu kita telah menemukan jawab optimal yaitu :
X12 = 120
X21 = 80
X23 = 90
X31 = 70
X32 = 90

Dengan z = Rp. 71.000,-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar